PALANGKA RAYA – Sebagai bentuk komitmen nyata dalam menanggulangi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Tengah menerjunkan tim relawan ASN yang tergabung dalam Posko Krisis Karhutla. Sepanjang pertengahan hingga akhir September 2026, tim intensif melakukan aksi cepat tanggap pemadaman darat, penyekatan, serta pendinginan lahan terbakar di beberapa titik krusial wilayah Kota Palangka Raya, khususnya di Kawasan Kereng Bangkirai (Kecamatan Sebangau) dan Jalan Karis, Karanggan.
Aksi lapangan ini mencakup rentang waktu operasi sejak pertengahan September, mulai tanggal 13 hingga 27 September 2026. Setiap harinya, tim relawan Kesbangpol bergerak mulai pagi sekitar pukul 08.30 WIB hingga sore hari sekitar pukul 16.00 WIB. Operasi ini menitikberatkan pada lokasi-lokasi yang berdekatan dengan area pemukiman warga, fasilitas publik seperti Panti ODGJ dan area pemakaman, hingga kawasan hutan lindung serta perkebunan masyarakat.
Kondisi medan yang dihadapi para relawan terbilang cukup berat. Sebagian besar area yang terbakar merupakan lahan gambut dalam yang ditumbuhi vegetasi rapat berupa semak belukar, pakis-pakisan, ilalang, serta pepohonan kering yang sangat mudah tersulut api. Karakteristik khusus tanah gambut—di mana kebakaran terjadi di permukaan sekaligus bawah permukaan (subsurface)—menjadi tantangan tersendiri. Meski api di permukaan berhasil dipadamkan, titik-titik asap di bawah tanah terus berpotensi menyala kembali apabila tertiup angin kencang.
Untuk menanggulangi hal tersebut, Tim Relawan ASN Kesbangpol Prov. Kalteng bersama dukungan dari instansi terkait seperti Inspektorat Prov. Kalteng mengerahkan armada serta sarana prasarana pemadaman darat. Memanfaatkan mobil operasional Hilux bak terbuka, tim memobilisasi mesin pompa air portable/jinjing, toren penampung air berkapasitas 1.200 liter, puluhan meter selang hisap dan selang tembak, hingga nozzle spray. Tim juga dilengkapi dengan APD lengkap serta peralatan pemotong seperti parang untuk membuka jalur perintisan.
Dalam proses pemadaman dan penyekatan, sumber air diperoleh dari berbagai sarana terdekat di lokasi, seperti kolam galian warga, sumur bor, parit pinggir jalan, hingga embung alami di dalam hutan. Tim menyiram dan melokalisir area terbakar hingga radius total ribuan meter persegi untuk memutus penjalaran api ke area yang belum tersentuh.
Berkat kerja keras dan kesiapsiagaan para personel di lapangan, situasi kebakaran secara umum berhasil dikendalikan hingga status api padam dan hanya menyisakan asap tipis sisa pembakaran. Meski demikian, penyisiran dan penyiraman lanjutan tetap difokuskan pada area yang masuk lebih dalam ke arah hutan guna memastikan tidak ada bara api tersisa.
Melalui kegiatan ini, Badan Kesbangpol Prov. Kalteng mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk terus bersinergi menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, mengingat kondisi cuaca kering dan struktur tanah gambut yang sangat rentan memicu kebakaran meluas. (Lerry)










