Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam menangani musibah kebakaran hutan dan lahan tidak sekadar menjadi instruksi di atas kertas. Selama sepekan penuh, terhitung sejak Senin, 7 September hingga Minggu, 13 September 2026, para Aparatur Sipil Negara dan relawan yang tergabung dalam Tim Relawan Karhutla OPD Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalimantan Tengah turun langsung menembus pekatnya asap dan melumat titik api di berbagai wilayah krusial Kota Palangka Raya hingga Kabupaten Pulang Pisau. Langkah ini merupakan bagian dari aksi cepat tanggap darurat guna menahan laju penyebaran api permukaan maupun bawah permukaan di tanah gambut yang sangat rawan terbakar pada musim kemarau.
Rangkaian perjuangan tim di lapangan dimulai pada Senin, 7 September 2026, ketika Tim B Kesbangpol mengerahkan delapan relawan bersama Damkar Borneo untuk menyisir kawasan Jalan G. Obos 23, 27, dan Jalan Bukit Zaitun. Menggunakan armada mobil Hilux bak terbuka, mesin pompa jinjing, serta tandon air 1.200 liter, tim berjuang dari pukul 09.30 hingga 16.05 WIB membendung penjalaran api di atas tanah gambut yang dipenuhi semak belukar dan pepohonan getah kering. Keesokan harinya, Selasa, 8 September 2026, sinergi meluas melalui kolaborasi lintas OPD yang melibatkan Kesbangpol, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas ESDM, Satpol PP, dan BPBD di depan Panti Asuhan Noor Solihin Jalan G. Obos 23. Tim bahu-membahu memadamkan firespot aktif dan melakukan pendinginan hingga sore hari guna memastikan sisa kebakaran tidak kembali membara.
Aksi pemadaman darat terus berlanjut pada Rabu, 9 September 2026. Sebanyak tujuh personel Kesbangpol diterjunkan ke area APL kawasan Jalan Tjilik Riwut Km. 12 dekat TPU 4 Muslimin Kelurahan Bukit Tunggal. Di lokasi lahan semi gambut seluas satu hektar ini, tim berhasil mengisolasi dan memadamkan area terdampak seluas setengah hektar menggunakan peralatan jet shooter dan pompa air. Pertempuran melawan api di sekitar komplek pemakaman muslim kembali berlanjut pada Jumat, 11 September 2026. Tim Kesbangpol bersama TSAK Bukit Tunggal berjibaku di Jalan Yusuf Arimatea Km. 12 untuk mendinginkan gambut dalam yang terbakar hingga ke lapisan bawah.
Tidak mengenal kata libur, pada Sabtu, 12 September 2026, Regu Sabtu Kesbangpol di bawah koordinasi Alexander Siboro bersama lima anggotanya kembali menyisir lokasi Jalan Yusuf Arimatea Km. 12. Sejak pukul 09.09 hingga 11.58 WIB, mereka melakukan pembasahan intensif pada lahan gambut seluas satu hektar agar titik api tidak meluas ke fasilitas pemakaman. Puncak aksi kemanusiaan sepekan ini ditutup pada Minggu, 13 September 2026, di mana Tim Relawan Kesbangpol berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah dan RSUD dr. Doris Sylvanus bergerak cepat melancarkan pemadaman darat di kawasan Tuwung Bukit Rawi, Kabupaten Pulang Pisau. Penanganan intensif berdurasi lebih dari enam jam tersebut berhasil menekan penjalaran api hingga padam dan menyisakan asap tipis.
Perjuangan para petugas di lapangan tentu tidak lepas dari berbagai kendala fisik dan teknis. Selain harus menghadapi ketebalan asap dan keterbatasan pasokan air di lokasi kejadian, pergerakan armada roda empat sering kali terhambat karena tidak bisa mendekat langsung ke pusat titik api. Sifat tanah gambut yang menyimpan panas di bawah permukaan juga menuntut kewaspadaan ekstra karena api mudah muncul kembali saat angin berhembus kencang. Kendati demikian, keterbatasan ini diatasi dengan pemanfaatan sumur bor warga, pembuatan kolam penampungan sementara, serta suplai air tangki dari BPBD.
Keterlibatan aktif ASN Badan Kesbangpol Provinsi Kalimantan Tengah sebagai relawan pemadaman darat ini membuktikan bahwa peran Kesbangpol tidak hanya terbatas pada pembinaan ideologi, politik, dan ketahanan sosial. Kesbangpol mengambil peran strategis sebagai garda depan kemanusiaan dan pelopor keterlibatan ASN dalam menjaga stabilitas serta ketahanan lingkungan daerah. Melalui aksi nyata ini, Kesbangpol bertindak sebagai pemicu kesadaran masyarakat sekaligus perekat sinergi antar-instansi pemerintah, relawan swakarsa, dan tenaga medis. Ke depannya, Kesbangpol berharap semangat gotong royong dan kesiapsiagaan lintas sektor ini terus terjalin erat sehingga ancaman bencana Karhutla di bumi Tambun Bungai dapat ditekan, kabut asap dieliminasi, dan lingkungan Kalimantan Tengah tetap lestari serta aman bagi seluruh masyarakat. (Lerry)









