PALANGKA RAYA — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Tengah terus berkomitmen memperkuat sinergi antara birokrasi pemerintahan dan dunia pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kehadiran Plt. Kepala Badan Kesbangpol Kalteng, Muhamad Rus’an, S.Hut., M.Si., sebagai narasumber dalam kegiatan Kuliah Umum yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan Administrasi Komunikasi (FISIP-ADKOM) Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) di Aula Utama Kampus 1 UMPR, Kamis (10/9/2026).
Mengusung tema “Sinergi Birokrasi dan Partisipasi Publik di Ruang Digital”, kegiatan ini menjadi langkah konkrit tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang telah terjalin antara Kesbangpol Kalteng dan UMPR. Selain dari pihak Kesbangpol, acara ini juga menghadirkan Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik Diskominfosantik Kalteng, Erwindy, S.STP., M.Si., guna memberikan pandangan komprehensif terkait keterbukaan informasi publik dan pengelolaan media digital.
Dalam pemaparannya di hadapan sekitar 250 mahasiswa yang hadir, Plt. Kepala Badan Kesbangpol Kalteng, Muhamad Rus’an, menekankan betapa pentingnya pendidikan politik bagi generasi muda. Menurutnya, mahasiswa perlu memahami dinamika politik lokal dan menjaga stabilitas demokrasi, khususnya di tengah derasnya arus informasi di era digital saat ini. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mampu berpartisipasi aktif secara positif dan cerdas dalam kehidupan publik.
Lebih lanjut, Muhamad Rus’an menyampaikan rasa senangnya atas kolaborasi yang terbangun erat antara pihak pemerintah daerah dan civitas akademika UMPR. Ia menegaskan bahwa bentuk kerja sama ini tidak berhenti pada kegiatan akademik seperti kuliah umum saja. Pihak Kesbangpol Kalteng menyambut terbuka kehadiran para mahasiswa UMPR yang ingin menimba pengalaman dan memperluas wawasan langsung di lingkungan pemerintahan melalui program magang.
Atmosfer kuliah umum berlangsung sangat dinamis. Antusiasme tinggi ditunjukkan para peserta melalui keaktifan berinteraksi dan mengajukan berbagai pertanyaan kritis. Isu-isu seputar etika bermedia sosial, literasi digital, pencegahan disinformasi, hingga penanganan berita bohong (hoax) menjadi topik utama yang menyita perhatian mahasiswa. Keaktifan ini dinilai sebagai sinyal positif bahwa generasi muda memiliki ketertarikan tinggi terhadap isu-isu sosial yang berdampak langsung pada kehidupan mereka sehari-hari.
Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, Kesbangpol Kalteng bersama Pemprov Kalteng dan UMPR berharap hubungan kemitraan strategis ini dapat terus diperkuat. Sinergi yang kokoh antara birokrasi, akademisi, dan mahasiswa diyakini menjadi kunci utama dalam menciptakan ruang digital yang aman, kondusif, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan Kalimantan Tengah yang semakin responsif dan partisipatif. (Lerry)









