PALANGKARAYA – Dalam upaya mewujudkan kondusivitas wilayah serta memperkuat deteksi dini terhadap potensi dinamika sosial dan politik, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Tengah menghadiri Rapat Penyusunan Pedoman Umum dan Fasilitasi Pengukuran Indeks Kewaspadaan Nasional (IKN) Tahun 2026 secara virtual melalui Zoom Meeting, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh Plt. Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kalimantan Tengah, dengan didampingi oleh Plt. Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik, Ibu Feni Catriani, S.H., beserta jajaran staf.
Rapat nasional yang diinisiasi oleh Direktorat Kewaspadaan Nasional Kementerian Dalam Negeri ini menjadi langkah strategis dalam menyusun instrumen pengukuran kondisi sosial politik yang objektif, transparan, dan terintegrasi. Instrumen IKN Tahun 2026 didesain mencakup 4 dimensi, 12 variabel, dan 96 indikator guna memotret persepsi publik secara luas di seluruh kabupaten/kota.
Sebagai benteng utama dalam menjaga stabilitas daerah, Badan Kesbangpol Prov. Kalteng memegang peran penting sebagai jembatan koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, serta masyarakat. Melalui fasilitasi pengukuran IKN ini, Kesbangpol Kalteng berkomitmen untuk memastikan pengumpulan data kewaspadaan di lapangan berjalan jujur, presisi, dan akurat.
Data IKN yang valid nantinya akan menjadi rujukan mendasar bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam memetakan potensi kerawanan, merumuskan kebijakan intervensi program secara tepat sasaran, serta memperkuat mitigasi konflik di tingkat lokal.
Ibu Feni Catriani, S.H., menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota menjadi kunci utama kesuksesan implementasi IKN di Bumi Tambun Bungi.
"Kami berharap melalui penyempurnaan pedoman ini, seluruh stakeholder di Kalimantan Tengah memiliki pemahaman dan langkah yang selaras. Dengan data IKN yang komprehensif pada akhir tahun 2026 nanti, kita dapat merumuskan langkah-langkah preventif yang lebih efektif untuk menjaga kedamaian, ketenteraman, serta mendukung pembangunan Kalimantan Tengah yang aman dan sejahtera," ujarnya.
Melalui kolaborasi berkesinambungan ini, Kesbangpol Kalteng optimistis sistem kewaspadaan dini daerah akan semakin solid dan terstandar nasional. (Lerry)









