PALANGKA RAYA – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Tengah mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026. Pertemuan strategis yang membahas ancaman radikalisme digital ini dipimpin langsung oleh Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah dan berlangsung di kantor Kejati Kalteng pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Rakor yang dihelat berdasarkan surat undangan Kejaksaan Tinggi Kalteng Nomor: B-4364/O.2.3/Dsb.2/10/2026 tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran Tim PAKEM. Hadir pula perwakilan dari Kodam XXII Tambun Bungai, Kesbangpol Prov. Kalteng, Polda Kalteng, BINDA, para Pembimbing Masyarakat dari lima unsur agama di Kanwil Kemenag Kalteng, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Kalteng, Forum Kerukunan Umat Beragama, serta Majelis Ulama Indonesia Kalteng.
Dalam forum koordinasi lintas instansi ini, terungkap adanya pergeseran pola penyebaran paham radikal yang kini tidak lagi melalui kegiatan keagamaan tertutup atau selebaran fisik, melainkan telah menyusup langsung ke dalam gawai masyarakat dan anak-anak. Radikalisme melalui internet dinilai sebagai musuh yang tidak terlihat wujudnya, namun dampaknya sangat nyata dalam memecah belah persaudaraan, merusak filosofi luhur Huma Betang, serta mengancam ideologi Pancasila.
Sejalan dengan dinamika tersebut, ruang lingkup pengawasan Tim PAKEM kini turut bertransformasi untuk mengawasi aliran menyimpang dan konten berbahaya yang hidup di dalam ruang digital. Para peserta rakor sepakat bahwa Kalimantan Tengah adalah rumah bersama, sehingga kerusakan ruang digital oleh paham radikal tidak hanya mengancam moral generasi muda, tetapi juga masa depan Kalteng Berkah.
Sebagai langkah penanggulangan, penanganan radikalisme digital tidak cukup hanya dengan menghapus atau take down konten negatif. Seluruh elemen instansi dan masyarakat diajak untuk bersama-sama melawan narasi destruktif tersebut dengan membanjiri internet menggunakan konten-konten positif, khususnya yang mengangkat nilai kerukunan antarumat beragama di Bumi Tambun Bungai. (Lerry)









