PALANGKA RAYA – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Kalimantan Tengah bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Focus Group Discussion (FGD) secara hybrid bertajuk “Optimalisasi P4GN di Wilayah Kalimantan Tengah Tahun 2026” pada Rabu (13/5/2026), berpusat di Ruang Vcon Kantor Kesbangpol Provinsi Kalimantan Tengah.
Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kalimantan Tengah, Bapak Muhamad Rus'an, S.Hut., bersama Kepala BNN Provinsi Kalimantan Tengah. Dalam kesempatan tersebut, Plt. Kaban didampingi oleh Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama dan Organisasi Kemasyarakatan, Ibu Yohanni Eveline J, ST, serta jajaran staf teknis Bidang Ekososbud. Forum ini menghadirkan para peserta dari Bakesbangpol serta BNN Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah guna menyelaraskan langkah pencegahan dan pemberantasan narkotika di daerah.
Sebagai fasilitator dan motor penggerak ketahanan serta stabilitas daerah, Bakesbangpol Provinsi Kalimantan Tengah memainkan peran sentral dalam mengorkestrasi sinergi lintas sektor. Melalui pelaksanaan FGD ini, Kesbangpol Kalteng menegaskan komitmennya untuk mengawal implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 12 Tahun 2019 tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika. Kesbangpol bertindak aktif memastikan setiap pemerintah daerah memiliki landasan hukum dan kelembagaan yang kuat, seperti pembentukan Rencana Aksi Daerah (RAD), Tim Terpadu P4GN, hingga penerbitan Peraturan Daerah (Perda) P4GN di tingkat kabupaten dan kota.
Dalam pemaparannya, narasumber dari Kesbangpol dan BNN Prov. Kalteng menyoroti pentingnya perluasan jangkauan kelembagaan P4GN. Memperhatikan cakupan wilayah Kalimantan Tengah yang sangat luas, di mana saat ini baru terbentuk BNNK di Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Kabupaten Kotawaringin Barat, forum menyepakati dorongan pembentukan BNNK di kabupaten/kota lainnya. Langkah ini dinilai krusial agar optimalisasi P4GN dapat menyentuh seluruh pelosok daerah secara merata dan merespons potensi ancaman peredaran gelap narkoba secara lebih cepat.
Sebagai bentuk tindak lanjut dan evaluasi terukur, pada bulan Juni mendatang seluruh Kepala Daerah se-Kalimantan Tengah dijadwalkan akan diundang oleh BNN Provinsi Kalimantan Tengah untuk mempresentasikan progres serta capaian optimalisasi P4GN di wilayah masing-masing secara langsung di BNN Republik Indonesia, Jakarta.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, diharapkan efektivitas dan sinergitas antara pemerintah daerah, BNN, serta seluruh elemen masyarakat Kalimantan Tengah semakin terjalin kokoh dan berkelanjutan. Penyelenggaraan FGD ini membawa manfaat besar dalam menyatukan visi, menyelaraskan regulasi, serta memperkuat koordinasi lapangan. Lebih dari itu, langkah nyata ini menjadi wujud komitmen bersama Kalimantan Tengah dalam mendukung program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI serta menyukseskan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah menuju Kalteng Berkah, Kalteng Maju, dan Kalteng Bermartabat untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. (Lerry)










