PALANGKA RAYA – Sebagai wujud komitmen dalam mendukung kelancaran dan transparansi tahapan pemilu di wilayah Bumi Tambun Bungai, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Tengah menghadiri Rapat Pleno Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Semester I Tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh KPU Provinsi Kalteng di Rumah Pintar Pemilu KPU Kalteng pada Senin (6/7/2026).
Plt. Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kalimantan Tengah, yang dalam hal ini diwakili oleh Staf Bidang Politik Dalam Negeri, Ibu Rini Aryanti, S.Sos., hadir langsung bersama jajaran instansi terkait, perwakilan unsur forkopimda, serta partai politik.
Rapat pleno yang dipimpin langsung oleh Ketua KPU Provinsi Kalteng, Bapak Satriadi, ini merupakan tindak lanjut dari rekapitulasi tingkat kabupaten/kota yang telah rampung pada 1 Juli lalu. Agenda berkala ini krusial dilakukan untuk menyaring dinamika data kependudukan—mulai dari pemilih pemula, perubahan status TNI/Polri, penduduk pindah datang, hingga pemilih yang telah meninggal dunia—agar hak pilih masyarakat tetap terjaga dengan akurat dan mutakhir.
Dalam kesempatan terpisah, pihak Kesbangpol menegaskan bahwa peran pemerintah daerah melalui Badan Kesbangpol adalah berfokus pada fasilitasi, koordinasi, dan pemberian dukungan penuh di lapangan guna memastikan iklim demokrasi berjalan kondusif. Sementara itu, otoritas penetapan data sepenuhnya berada di bawah kewenangan KPU.
Berdasarkan hasil rekapitulasi yang disahkan, total data pemilih di Kalimantan Tengah untuk Semester I Tahun 2026 ini tercatat sebanyak 2.069.104 pemilih, yang tersebar di 136 kecamatan dan 1.571 desa. Rincian jumlah tersebut terdiri dari 1.063.224 pemilih laki-laki dan 1.005.880 pemilih perempuan.
Acara yang berjalan tertib tanpa kendala berarti ini ditutup dengan penandatanganan sekaligus penyerahan Berita Acara (BA) Rekapitulasi PDPB oleh Ketua KPU Kalteng kepada Ketua Bawaslu Provinsi Kalteng, Bapak Sastriadi. Dengan sinergi yang kuat antarlintas instansi ini, diharapkan pemutakhiran data ke depan semakin komprehensif dan bebas dari kendala klasik seperti data ganda maupun ketidaksesuaian alamat. (Lerry)











