PALANGKA RAYA – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Bapak Muhamad Rus'an, S.Hut., menghadiri malam Grand Final Pemilihan Jagau Nyai Kalteng Tahun 2026 yang digelar di GOR Indoor Serbaguna Palangka Raya, Selasa (19/5/2026) malam.
Ajang bergengsi yang menjadi magnet bagi masyarakat ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Tahun 2026 yang berlangsung pada 17-23 Mei 2026. Pemilihan Jagau dan Nyai tahun ini diikuti oleh perwakilan putra-putri terbaik dari 12 Kabupaten dan 1 Kota se-Kalimantan Tengah.
Kehadiran Plt. Kepala Badan Kesbangpol Prov. Kalteng ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pembentukan karakter generasi muda Kalimantan Tengah. Sejalan dengan arahan Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, Jagau dan Nyai Kalteng diharapkan bukan sekadar menjadi simbol estetika budaya. Mereka didorong untuk menjadi agen perubahan (agent of change) yang kreatif, berkarakter, peduli pada kelestarian daerah, serta mampu menyebarkan pesan damai dan citra positif Kalteng yang inklusif.
Usai menghadiri gemerlap malam Grand Final Jagau Nyai, Plt. Kaban Kesbangpol Muhamad Rus'an melanjutkan agendanya dengan mengunjungi gelaran Kalteng Expo 2026, yang diselenggarakan khusus dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah.
Dalam kunjungan tersebut, Muhamad Rus'an secara khusus menyambangi Stand Kolaborasi strategis yang diinisiasi oleh Badan Kesbangpol Prov. Kalteng bersama segenap unsur kemitraan, yaitu Densus 88 Anti Teror, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalteng, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalteng, serta Satgaswil Kalteng.
Di sela-sela kunjungannya ke stand pameran, Bapak Muhamad Rus'an, S.Hut., menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan simbol kuatnya sinergi elemen bangsa di Bumi Tambun Bungai dalam menjaga stabilitas, merawat toleransi, serta mencegah radikalisme.
"Melalui momentum Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalteng dan pelaksanaan FBIM ini, kita ingin memperlihatkan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, bahwa kelestarian budaya lokal harus berjalan beriringan dengan komitmen kita dalam menjaga ideologi bangsa, merawat kerukunan beragama, dan menangkal segala bentuk paham radikal," ujar Muhamad Rus'an.
Stand kolaborasi ini menyajikan berbagai edukasi seputar wawasan kebangsaan, pencegahan intoleransi, serta ruang dialog interaktif bagi pengunjung. Kehadiran jajaran pimpinan Kesbangpol Kalteng di tengah-tengah masyarakat ini menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mengawal situasi Kalteng yang aman, damai, dan kondusif melalui pendekatan budaya dan edukasi kebangsaan. (Lerry)










